Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • nunuyneomuyeppeo 3:29 am on April 2, 2011 Permalink | Reply  

    ff YAOI : 2min Shipper 

    Cast : Taemin ( yeoja )
    Minho ( namja )
    Key ( yeoja )
    Jonghyun ( namja )
    Onew ( namja )
    Sulli f (x)
    title : Love me if you dare
    genre : romance
    author : nunuy neomu yeppeo

    Taemin POV
    “ Onnie…kapan kau pulang ke Seoul ?.”
    “ Belum tahu, tapi tunggu saja. Aku akan kabari kalau aku akan pulang.”
    “ Besok aku akan bersekolah di SMA mu dulu. Do’akan aku ya Onn.”
    “ Ne.”
    “ Sudah dulu ya Onn. Dari tadi umma sudah menyuruhku tidur.”
    “ Ne, aku tutup telponnya ya.”
    Aku harus cepat tidur. Besok adalah hari pertama masuk ke sekolah baruku.
    Entah bagaimana yang akan terjadi, hanya saja Onnie-ku berpesan agar aku tak terlalu gugup. Aku hanya akan mendapat sedikit KEJUTAN.
    Dulu onnie sekolah di SMA itu, tapi sekarang ia sudah lulus dan melanjutkan kuliahnya di Jepang. Sekarang giliranku yang akan menjadi siswa baru dan menjadi seorang DONGSAENG di sana.
    Keesokan harinya
    Seoul High School
    “ Waaah….bagus sekali. Akhirnya aku juga menjadi bagian dari sekolah ini sekarang. Walau aku lulus dengan nilai urutan terakhir.”
    Aku terpaku di lapangan basket sekolah itu, mengagumi indahnya sekolah baruku.
    Tiba-tiba….
    “ BRUKKK….”
    Sebuah benda bundar membentur keras di kepalaku dan membuat beberapa burung beterbangan di sekitar kepalaku.
    “ Heh….ambilkan bola itu.” Seorang namja berkacak pinggang dan menatap tajam ke arahku, sedangkan dua temannya berdiri di sampingnya.
    Aku bangkit dan menghampirinya, meski kepalaku rasanya masih nyeri.
    “ Apa kau bilang ? ambilkan bola itu ?, enak saja.”
    “ Mwo ?.”
    “ Siapa kau ? memerintahku seenaknya. harusnya aku yang marah-marah, kau sudah menciptakan beberapa bintang di kepalaku.”
    Kudengar dua namja di sampingnya terkikik.
    “ Kau belum tahu aku ya ?.”
    “ Untuk apa aku mengenalmu ?. Aishh~ dasar namja pabo.”
    “ Kau…” namja itu hampir saja memukulku. Namun karena bel berbunyi semuanya jadi tertunda. ( TERTUNDA ??? )
    *****
    Minho POV
    “ Aku bosan sekali di kelas ini. Aku mau keluar saja.” Aku bicara pada Onew yang asyik mencatat dan Jonghyun yang asyik dengan ponselnya.
    Tapi karena mereka tak menghiraukanku, akhirnya aku keluar kelas sendiri tanpa Onew atau Jonghyun.
    “ Hei Minho…mau kemana kau ?.” songsaenim menyapaku yang sudah di depan pintu hampir melangkahkan kaki keluar kelas.
    “ Aku mau keluar.”
    Aku bosan sekolah, adakah planet di semesta ini yang bebas sekolah ?. guru-guru lama yang sudah bosan kulihat, sekumpulan pelajaran penuh angka yang tak pernah bosan untuk dibahas.
    Aku menuju kantin tempat aku biasa “bersemedi” saat aku memang sedang muak dengan semuanya.
    Kulihat seorang yeoja sedang kebingungan di sekitar tempat itu.
    Ternyata dia yeoja yang tadi kena bola basketku. Mukanya langsung berubah garang saat melihatku.
    “ Mau apa lagi kau ?.” sapanya ketus, wajahnya begitu masam seperti dilipat-lipat beberapa bagian.
    “ Menurutmu aku mau apa ?.”
    “ Melempari ku dengan bola lagi ?.”
    “ Kurang kerjaan sekali.”
    “ Kau pasti mengikutiku ya ?.”
    “ Hahaha….apa untungnya aku mengikutimu ?.”
    “ Aishhhh~”
    “ Minggir kau…kau menghalangi jalanku.” Aku sengaja menabrak bahunya hingga yeoja itu mundur beberapa langkah.
    Mukanya semakin marah. Tapi kulihat ia menahannya. Aku tak peduli. Aku mengambil beberapa bungkus makanan dan membawanya ke sebuah meja.
    Yeoja itu masih saja bolak balik di sekitar kantin itu.
    *****
    Taemin POV
    “ Lama sekali Sulli ?.” apa aku harus meninggalkannya. Aku mulai malas menunggunya saat kulihat namja menyebalkan itu. Kenapa letak toilet harus dekat dengan kantin ???.
    Tak lama kulihat Sulli keluar sambil merapikan seragamnya.
    “ Kenapa lama sekali ?.” kataku memarahi Sulli.
    “ Benarkah ?” Sulli melotot tak percaya tanpa menghilangkan keimutannya.
    “ Sudahlah…ayo kita ke kelas.”
    Mukaku kutekuk sejadi-jadinya saat berjalan menuju kelas.
    “ Hey Taemin, kau kenapa ?.”
    “ Aku sedang kesal.”
    “ Kau kesal pada siapa ?.”
    “ Seorang namja yang benar-benar menyebalkan.”
    “ Benarkah ?. kau tahu siapa dia ?.”
    “ Aku tidak tahu, dan aku tidak mau tahu.”
    “ Kelas berapa dia ?.”
    “ Dari seragamnya, mungkin dia seorang sunbae.”
    “ Wahh….baru sehari di sekolah, haruskah kau punya musuh ?.”
    “ Sudahlah. Kuharap aku tak bertemu dengannya lagi.”
    …..
    “ Aku pulang duluan ya Taemin.” Sulli melambaikan tangannya padaku sambil menuju mobil yang telah menjemputnya.
    “ Ne…”
    aku belum mau pulang ke rumah, aku masih mau berada di sekolah. Key Onnie pernah bercerita kalau taman di sekolah itu sangat indah, kebetulan aku belum berkunjung ke sana.
    “ Ternyata Key onnie tidak bohong. Taman di sekolah ini indah sekali, begitu rapi.”
    Beberapa tanaman sengaja di bentuk seindah mungkin, pohon-pohonnya juga begitu rindang. Di sana juga ada sebuah kolam ikan.
    Aku menengok ke kolam itu, beberapa ikan sedang berenang ke permukaan.
    “ Annyeong haseyo” sapaku pada mereka.
    Tiba-tiba.
    “ Kyaaaaaaaaaaaa….”
    “ Pergi kalian dariku.”
    Kulihat namja yang tadi menggangguku sedang berlari ke arahku. Tanpa ragu Ia menabrakku dan kami berdua sama-sama tercebur ke dalam kolam. Baju seragamku basah kuyup, begitu juga dengannya.
    “ Aishhhh……kau mau membunuhku ya.” Bentakku pada namja itu.
    “ Harusnya kau berterimakasih padaku.”
    “ Tidak akan.”
    “ Aku sedang di kejar lebah. Kalau saja kau tak ikut terjun ke kolam bersamaku, kau pasti sudah jadi mangsa mereka.”
    “ Kau pasti bohong.”
    “ Hey….kalian berdua. Keluar dari kolam sekarang juga.” Kata salah seorang teman dari namja menyebalkan ini. Ia dan temannya tiba-tiba datang.
    “ Ikan-ikan di kolam itu pasti tak mau berbagi tempat dengan orang seperti kalian.” Sahut temannya yang lain.
    Aku bangkit dari kolam.
    “ Heh Nona, kau tidak apa-apa kan ?.” kata namja yang kalau aku tak salah bernama Onew itu.
    “ Kau bilang ini tidak apa-apa, aku sekarang basah kuyup.” Jawabku ketus
    “ Lagi pula siapa suruh berdiri di pinggir kolam.” Kata namja menyebalkan itu menyalahkanku.
    “ Hey…Minho, kau yang salah.” Kata Onew.
    “ Kenapa aku yang salah ?.”
    “ Kau yang melempari sarang lebah itu dengan batu, jadi wajar saja jika mereka mengejarmu.”
    “ Hah…jadi namamu Minho. Dengar ya…sehari ini saja sudah tiga kali aku berurusan denganmu. Dan tak satupun kudengar kata maaf darimu. Kau benar-benar menyebalkan.”
    Aku segera meninggalkan tempat itu dengan kedaan basah kuyup.
    ………
    Aku tidak percaya waktu begitu cepat sekali berjalan. Ternyata sekarang sudah pagi lagi. Dan itu artinya aku harus kembali bersekolah.
    Aku juga tidak percaya, tadi saat aku membuka mataku, aku merasakan sesuatu yang aneh terajadi pada hidungku. Aku terserang flu.
    “ Aishhhh~menyebalkan sekali. Pasti gara-gara namja itu aku jadi begini.”
    “Tuut….tuuut….” Telpon di rumah berdering beberapa kali.
    “ Yeoboseyo……”
    “ Ahhhh~Key onnie. Ada apa pagi-pagi sudah menelpon ?”
    “ Bagaimana kabarmu ?”
    “ Aku…agak buruk onn.”
    “ Waeyo ?.”
    “ Aku sedang flu.”
    “ Sekarang kan di Seoul sedang musim panas ?. kenapa kau kena flu ?.”
    “ Ini semua gara-gara namja menyebalkan yang kemarin kutemui.”
    “ Benarkah ?. siapa dia ?.”
    “…”
    “ Hey Taemin, cepat berangkat sekolah, jam berapa ini ?. berikan telponnya pada umma.” Kata umma yang tiba-tiba muncul.
    “ Mianhaeyo onnie, umma sudah menyuruhku berangkat sekolah. ia ingin bicara denganmu.”
    “ Ya sudah kalau begitu.”
    “ Ne.”
    ******
    Minho POV
    Gara-gara kejadian kemarin, aku terserang flu. Beberapa kali aku bersin di depan kedua temanku.
    “ Bagaimana keadaanmu sekarang Minho ?.” Tanya Jonghyun padaku. Saat itu kami sedang ada di pinggir lapangan basket.
    “ Maksudmu ?.” tanyaku tak mengerti.
    “ Apa kau sudah tidak punya perasaan lagi pada Key?.”
    “ Diamlah Jonghyun, sekarang kan dia sudah punya seolmatte.” Onew menyahut sambil melirik yeoja yang kemarin juga tercebur ke kolam ikan. Kulihat ia juga sedang bersin saat lewat di depan kami.
    “ Siapa dia ?.” Tanya Jonghyun.
    “ Taemin, seorang siswa kelas sepuluh di jurusan Seni.” Jawab Onew lancar.
    “ Kau tahu dia ya ?.”
    “ Ahhhh~sudahlah, jangan bicarakan dia di hadapanku.” Bentakku pada dua temanku itu. ******
    Taemin POV
    “ Kau pucat sekali Taemin, kau sakit ya ?” Tanya Sulli padaku di dalam kelas.
    “ Ini semua gara-gara namja pabo itu.” Omelku.
    “ Siapa ?. apa yang dilakukannya padamu ?.”
    “ Anak kelas tiga. Kemarin ia menabrakku hingga aku tercebur ke kolam.”
    “ Kau tahu siapa dia ?.”
    “ Kalau tidak salah namanya Minho.”
    “ Mwo ??? Min…Min…Minho ?.” Tanya Sulli terbata.
    “ Ne, waeyo ?.”
    “ Dia itu cucu dari pemilik sekolah ini. Tak ada yang berani dengannya di sekolah ini. Tapi sebenarnya….”
    “ Dia itu sudah dua kali tidak lulus ujian.” Kata Sulli sambil berbisik.
    “ Aishhhh….. Bagaimana ia tidak bisa lulus di sekolah ini, kakeknya kan pemilik sekolah ini ?.”
    “ Kakeknya tidak ingin Minho lulus dengan hasil kotor seperti itu, makanya ia tetap dibiarkan sekolah di sini sampai ia benar-benar lulus dengan hasil kerja kerasnya sendiri.”
    “ Benar begitu ?.”
    “ Ne…tapi jangan bilang kalau kau tahu dariku ya.”
    ……
    Minho POV
    “ Hey Jonghyun kau mau ikut aku ke lapangan tidak ?.”
    “ Aniyo.”
    “ Waeyo ?.”
    “ Aku sedang malas.”
    “ Denganku saja Minho.” Sahut Onew.
    “ Aku mau menemanimu mencari yeoja itu.”
    “ Apa kau bilang ?. aku mencari yeoja itu ?.”
    “ Memang iya kan ?.”
    “ Jadi sekarang Taemin yang jadi targetmu ?.”
    “ Kalian berdua ini sok tahu.” Aku meninggalkan dua temanku yang sedang asyik menertawakan aku.
    …….
    Taemin POV
    Hah…syukur sekali hari ini aku tak bertemu dengan namja menyebalkan bernama Minho itu hingga pulang sekolah.
    Aku keluar dari gerbang sekolah sambil mengambil ponsel dari dalam tasku untuk menghubungi Key onnie.
    “ Aishhhh~susah sekali dihubungi.” Aku mengomel setelah beberapa kali aku gagal menelponnya.
    Tiba-tiba….
    Sebuah mobil hampir saja menyerempet tubuhku. Namun saat itu juga tubuhku di tarik seseorang dengan kasar hingga aku dan orang itu terguling ke pinggir jalan.
    Sekarang aku sedang menindih tubuh orang itu. MINHO.
    Arrghhhhhhhh…..ternyata hari ini aku tetap bertemu dengannya.
    “ Kau lagi….” Kataku sambil bangkit dan membersihkan seragamku yang terkena tanah.
    “ Kau mau mati ya ?.” Bentaknya.
    “ Apa urusanmu ?.”
    “ Ditanya malah balik bertanya. Tidak sopan.”
    “ Diam…”
    Aku langsung pergi meninggalkan namja itu. Ia masih terduduk di pinggir jalan.
    “ Hey….bukannya berterimakasih malah pergi.” Katanya berteriak.
    “ Dasar yeoja tak tahu diri. Tak tahu terimakasih, semoga tak ada namja yang mau jadi pacarmu.” Umpatnya.
    Telingaku mulai panas, enak saja ia bilang seperti itu. Aku berbalik dan menghampirinya.
    “ Apa kau bilang ?.”
    “ Semoga tak ada namja yang mau jadi pacarmu.”
    “ Kau sudah di tolong malah tak tahu terimakasih, sekarang kakiku luka karena menyelamatkanmu.”Kulihat celananya memang sobek, dan lututnya mengeluarkan darah. Tapi jangan harap karena itu aku bisa simpatik padanya.
    “ Aku tak meminta kau selamatkan.”
    “ Aishhhh~kau itu benar-benar menyebalkan.”
    “ Kau juga tak kalah menyebalkan.” Kataku sambil menendang kakinya yang berdarah. Setelah itu aku lari meninggalkannya. Biarkan saja, sekali-sekali ia harus mendapatkan balasan.
    “ Yeoja kurang ajar.” Umpatnya. Aku hanya terkikik
    *****
    Minho POV
    “ kenapa kakimu ?.” Tanya Onew.
    “ Ini semua gara-gara Taemin.”
    “ Apa kubilang, kau pasti menyukainya kan ?.”
    “ Aniyo.” Elakku sambil memukul kepalanya, Onew hanya meringis kesakitan karena pukulan itu.
    “ Lalu kenapa kemarin kau sampai bertemu dengannya.”
    “ Itu tidak sengaja.”
    “ Tapi kalau dilihat-lihat dia itu mirip dengan Key.”
    “ Benar juga….tapi tetap saja ia itu yeoja galak tak tahu diri. Bagaimanapun juga Key takkan pernah tergantikan.”
    “ Benarkah ????” goda Onew sambil mencolek daguku.
    “ Aishh~ apa-apaan kau…”
    “ Wahh…kalau begitu Jonghyun punya kesempatan untuk mendekatinya.”
    “ Mwo ???”
    “ Kau kaget ?.”
    “ Aniyo… biar saja Jonghyun pacaran dengan Taemin.”
    “ Kau tidak apa-apa kan Minho ?.”
    “ Pabo….jangan suka mempermainkan kata-kata Onew. Sekali kubilang tidak ya tidak.” Kataku geram sambil memukul kepala Onew sekali lagi.
    ****
    Taemin POV
    “ Annyeong Haseyo.” Seorang namja menghampiri aku yang duduk sendirian di bawah pohon. Kalau tidak salah dia itu temannya Minho.
    “ Ah ne~waeyo ?.”
    “ Kau Taemin bukan.?.”
    “ Ne, aku Taemin.” Jawabku sambil tersenyum ragu. Ada apa dengannya, mungkinkah ia sedang disuruh Minho.
    “ Aku Jonghyun….”
    “ Aku tahu. Ada apa ???”
    “Ehmmm……sebenarnya, ada yang ingin kubicarakan denganmu.”
    “ Katakan saja.”
    “ Sulli….dia….”
    “ Kenapa dengan Sulli ?.”
    “ Sebenarnya aku menyukai Sulli.”
    “ Mwo ???.”
    “ Karena kau temannya, boleh aku minta nomer telponnya ?.”
    “ Bagaimana ya ?.” Dari kejauhan aku lihat Minho dan Onew sedang menatap kearah kami.
    “ Kumohon sekali Taemin.sudah lama aku menyukainya, tapi aku belum berani mengatakan perasaanku pada Sulli. Jebal….bantu aku.” Kata Jonghyun sambil memelas.
    “ Bagaimana Ya ?….” Aku berpikir sejenak dan memperhatikan Jonghyun, sepertinya ia benar-benar menyukai temanku itu.
    “ Baiklah kalau begitu, tapi jangan beritahu Sulli kalau kau mendapatkan nomornya dariku.”
    “ Ne, gamsahamnida Taemin.”
    Aku kemudian memberi nomor ponsel Sulli pada Jonghyun. Tapi setelah itu tiba-tiba ia memelukku. Aku terperanjat kaget karena perlakuannya.
    “ Hey…apa-apaan kau Oppa.?.” kataku mencoba melepaskan pelukannya.
    Lagi …tiba-tiba ia mencium keningku. Wow…ini benar-benar ekstrim, apa yang dilakukan oleh namja ini.
    “ Cuuppp…”
    “ Aishhhh~apa-apaan kau oppa ?”
    “ Pelukan dan ciuman itu sebagai tanda terimakasihku.” Jawab Jonghyun sambil tersenyum puas.
    “ Itu terlalu berlebihan.” Ucapku kesal.
    “ Tidak apa-apa.”
    “ Masalahnya ini sekolah, banyak orang yang memperhatikan kita.”
    “ Mianhe.” Jonghyun Oppa menggaruk-garuk kepalanya.
    Aku kembali melirik Minho dikejauhan. Ia langsung meninggalkan lapangan basket dan Onew ikut mengejarnya.
    ****
    Minho POV
    Di lapangan basket…
    Aku dan Onew sedang memperhatikan Jonghyun dan Taemin yang sedang bicara di bawah pohon di sudut sekolah.
    “ Lihat sendiri kan ? Jonghyun bergerak cepat setelah tahu kalau kau tak menyukai Taemin. Ia sekarang pasti sedang dalam tahap perkenalan, setelah itu pendekatan, berpacaran. Lalu….menghancurkan hati yeoja itu.”
    “ Kau pasti sudah tahu, Jonghyun itu sungguh playboy. Apa kau tega Taemin jadi mangsanya ?.”
    “ Kenapa tanya aku ?
    “ Tidak apa-apa.”
    “ Nah…nah…lihat, dia memeluk Taemin.” Onew bicara kencang sekali sambil menunjuk Jonghyun. Aku menatap Jonghyun yang memang sedang memeluk Taemin.
    “ Oh…andweeee. Kau lihat itu kan ?. dia juga mencium Taemin. Belum apa-apa sudah berani seperti itu. Ternyata Taemin itu yeoja gampangan ya ?.”
    Aku menatap Onew geram. Setelah itu aku meninggalkannya.
    *****
    Onew POV
    Kedai kopi…
    “ Kau hebat sekali Jonghyun, Minho terlihat sangat marah saat kau memeluk Taemin.”
    “ Ha ha…awalnya aku tak yakin ini akan berhasil.”
    “ Aku juga ragu apakah ia bisa menyukai Taemin.”
    “ Jangan pikirkan itu dulu. Biarkan semuanya berjalan sesuai rencana.”
    “ Untuk apa kalian memintaku datang kemari ?.” tanya Sulli yang baru datang.
    “ Hah~kebetulan sekali kau datang Sulli.”
    “ Waeyo ?.”
    “ Kami punya rencana untuk menjodohkan Taemin dan Minho.”
    “ Mwo ???.”
    “ Kenapa harus temanku ?.”
    “ Karena hanya dia yang cocok untuk Minho.”
    “ Cocok dari mananya ?.”
    “ Pokoknya mereka cocok saja.” Jawab Jonghyun sekenanya.
    “ Aishhh~tidak bisa begitu.”
    “ Ikuti saja rencana kami.”
    “ Kalian berdua melibatkan aku secara tiba-tiba, kalau begini aku jadi tidak sempat berpikir.”
    “ Tidak usah berpikir segala, ikuti saja perintah kami.” Omel Jonghyun pada yeoja imut itu.
    “ Kenapa sahabatku harus di pasangkan dengan ahjussi itu ?.”
    “ Mwo ??.” aku dan Jonghyun ternganga mendengar perkataan jujur dari bibir seorang yeoja bernama Sulli ini.
    “ Kalian berdua kenapa ?.”
    “ Jadi kau tahu ya tentang Minho ?.”
    “ Kenapa tidak ?.”
    “ Apakah Minho setua itu, hingga Sulli harus memanggilnya ahjussi.” Tanya Jonghyun padaku.
    “ Sekarang begini rencanaku.”
    Aku, Jonghyun dan Sulli membicarakan rencana yang akan kami jalankan untuk Minho dan Taemin.
    *****
    Taemin POV
    Sekolah…..
    “ Kenapa kau ini Sulli, kulihat dari tadi kau senyum-senyum sendiri ?.”
    “ Aku sedang bahagia.”
    “ Benarkah ?. memangnya ada apa ?.”
    “ Aku dan Jonghyun oppa berpacaran.”
    “ Mwo ???.”
    “ Ne, kemarin ia menyatakan cintanya padaku.”
    “ Cepat sekali.”
    “ Biar saja, yang penting aku dan dia saling mencintai.”
    “ Kau tahu kan ?. dia itu playboy.”
    “ aku tidak peduli, yang jelas, ia sudah berjanji untuk selalu mencintaiku.”
    “ Kau ini, kalau terjadi apa-apa padamu bagaimana ?.”
    “ Tidak akan.”
    *****
    Onew POV
    Saat itu aku dan Jonghyun ada dalam ruangan seni, ruangan itu sepi jadi kami berdua bisa leluasa melakukan apapun.
    “ Cepat…cepat…Taemin sudah hampir lewat.” Ucapku pada Jonghyun, setelah melihat Taemin yang berjalan menuju ruangan itu
    “ Onew….sekarang seorang yeoja sudah berhasil aku taklukkan. Rasanya baru kemarin aku meminta nomor ponsel yeoja itu dari temannya, tak lama setelah itu aku berhasil mendapatkan cintanya.” Jonghyun segera berbicara dengan keras.
    “ Hebat sekali kau Jonghyun.” Jawabku yang tak kalah keras. Berharap Taemin mendengar itu.
    “ jangan sebut aku Jonghyun kalau itu tak bisa aku lakukan.”
    “ Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?.”
    “ Sore ini mungkin aku akan jalan-jalan dulu, setelah itu kau pasti tahu apa yang terjadi kan ?.”
    “ Hotel ?.”
    “ Kita lihat saja nanti.” Jonghyun tersenyum licik.
    *****
    Taemin POV
    “ Ah…gawat.” Aku kaget mendengar apa yang dibicarakan Jonghyun oppa dan temannya di ruangan itu.
    “ Sulli harus tahu ini.”
    Segera saja aku menemui Sulli yang ada di kelas.
    “ Sulli…ini gawat sekali.”
    “ Hey Taemin, tenanglah…bicara pelan-pelan saja.”
    “ tidak bisa.”
    “ Memangnya kenapa ?.”
    “ Apa sore ini kau ada janji dengan Jonghyun oppa ?.”
    “ Ne, waeyo ?.”
    “ sebaiknya jangan datang.”
    “ Kenapa ? dia kan pacarku.”
    “ aduh…bukan begitu, Jonghyun oppa punya rencana jahat padamu.”
    “ Tidak mungkin, dia kan pacarku.”
    “ Sebaiknya kau jangan datang.”
    “ Sore ini ia mengajakku jalan-jalan ke taman kota.”
    “ Andwaeeeeeee… Sulli, percaya padaku.”
    “ sudahlah…sekarang aku harus ke ruang kesehatan dulu.”
    Sulli meninggalkan aku yang masih terpaku sendirian di depan kelas.
    “ Sulli tidak boleh menemui Jonghyun sore ini.”
    ******
    Minho POV
    “ Wahhh…hebat sekali kau Jonghyun.” Puji Onew pada Jonghyun yang sedang membaca buku.
    “ Tentu saja…”
    “ Lalu kemana kau akan mengajak Taemin sore ini ?”
    “ Ah…paling hanya jalan-jalan ke taman. Makan eskrim. Lalu kau tentu tahu kan yang akan terjadi selanjutnya. ?.” kata Jonghyun santai.
    “ Hotel ??.”
    “ Apa ke hotel terlalu cepat ?.”
    “ tidak juga.”
    “ Kalian berdua bicara apa sih ?.” aku membuka suara karena penasaran sejak tadi mereka berdua menyebut-nyebut nama Taemin.
    “ Ah~Jonghyun sudah berhasil menaklukkan Taemin. Dan sore ini mereka akan bertemu.” Kata Onew menjelaskan.
    ******

    Advertisements
     
  • nunuyneomuyeppeo 2:24 am on April 2, 2011 Permalink | Reply  

    Hello world! 

    Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

     
    • Mr WordPress 2:24 am on April 2, 2011 Permalink | Reply

      Hi, this is a comment.
      To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel